Pada tanggal 23–24 Juni 2025, SD Muhammadiyah Gantiwarno mengadakan kegiatan perkemahan Hizbul Wathan (HW) yang diikuti oleh 115 siswa kelas 4 dan kelas 5. Perkemahan ini bertujuan untuk melatih kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan cinta alam pada para siswa. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari satu malam di Bumi Perkemahan (Buper) Lindu Gedhe, sebuah tempat yang sejuk dan asri, sangat cocok untuk kegiatan luar ruang.
Pagi itu, pukul 07.30 WIB, seluruh peserta berkumpul di halaman sekolah. Dengan wajah penuh semangat dan ransel di punggung, mereka menaiki kendaraan menuju lokasi perkemahan. Perjalanan singkat yang menyenangkan membawa rombongan sampai di Buper Lindu Gedhe pada pukul 08.00 WIB.
Sesampainya di lokasi, para peserta langsung bersiap mengikuti upacara pembukaan. Acara dibuka dengan khidmat oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gantiwarno, Bapak Muh. Wahyunto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya perkemahan sebagai media pembelajaran karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Sambutan juga disampaikan oleh Bapak H. Sutopo selaku Ketua Majelis Dikdasmen PCM Gantiwarno yang memberi semangat dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Setelah upacara pembukaan, para siswa mulai mendirikan tenda di area yang telah ditentukan. Mereka bergotong royong membangun tenda, membuat jemuran, dan menata perlengkapan mereka masing-masing dengan arahan dari para pembina HW dan guru pendamping. Peserta kemudian dibagi menjadi delapan kelompok, terdiri dari empat kelompok putri: Dahlia, Mawar Merah, Sakura, dan Teratai, serta empat kelompok putra: Bintang Pagi, Elang Emas, Matahari, dan Banteng.
Pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, kegiatan ISOMA dilaksanakan. Siswa beristirahat, melaksanakan salat dzuhur berjamaah, dan makan siang bersama. Suasana sangat akrab dan penuh kekeluargaan.
Pada siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB, peserta mengikuti kegiatan demonstrasi penanggulangan bencana. Dalam kegiatan ini, para siswa dikenalkan cara-cara menghadapi bencana seperti kebakaran. Kegiatan ini disampaikan secara menarik dan interaktif, sehingga para siswa tampak antusias dan aktif bertanya.
Dilanjutkan pukul 14.00, tiap kelompok berkreasi membuat yel-yel masing-masing. Suara sorak sorai, tawa, dan semangat bergema di area perkemahan. Kreativitas dan kekompakan benar-benar diuji dalam sesi ini. Setelah itu, salat asar berjamaah dilaksanakan pada pukul 15.00 hingga 15.30 WIB.
Menjelang sore, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memasak antarkelompok. Setiap kelompok diminta untuk memasak menu sederhana dengan bahan dan alat yang telah disediakan. Suasana dapur darurat begitu ramai dan penuh canda tawa. Meski ada yang kesulitan menyalakan api, mereka tetap semangat hingga akhirnya bisa menyajikan masakan mereka masing-masing.
Waktu berlanjut ke malam hari. Pukul 17.00, para peserta salat magrib berjamaah lalu dilanjutkan makan malam bersama. Kemudian, salat isya dan tadarus dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB.
Puncak kegiatan hari pertama adalah api unggun dan pentas seni yang dimulai pukul 19.30 WIB. Api unggun dinyalakan, menghangatkan malam di tengah sejuknya udara pegunungan. Setiap kelompok menampilkan pentas seni seperti drama musical, menyanyi , lagu puisi dan bermain peran. Semua tampil dengan semangat dan percaya diri, disambut tepuk tangan dan sorakan meriah dari peserta lainnya.
Setelah pentas seni selesai pada pukul 22.00 WIB, para siswa diarahkan untuk beristirahat dan tidur malam. Namun, pada pukul 03.00 WIB, mereka kembali dibangunkan untuk melaksanakan salat tahajud bersama. Suasana hening dan khusyuk terasa saat mereka melaksanakan ibadah malam di alam terbuka. Kegiatan dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah dan tadarus bersama.
Hari kedua, Selasa 24 Juni 2025, dimulai dengan senam pagi dan olahraga bersama pada pukul 05.00 WIB. Semangat dan keceriaan kembali terlihat dari wajah-wajah ceria para peserta. Setelah itu, mereka mandi dan menikmati sarapan bersama hingga pukul 07.30 WIB.
Pukul 07.30 hingga 10.00 WIB, para peserta mengikuti kegiatan games yang menantang dan menyenangkan, yaitu susur sungai dan permainan pipa bocor. Selain melatih kerja sama tim, permainan ini juga memperkuat solidaritas dan keberanian anak-anak. Mereka terlihat antusias dan gembira mengikuti setiap tantangan yang diberikan.
Menjelang siang, para siswa mulai merapikan tenda dan membersihkan area perkemahan. Pukul 11.45 WIB, rombongan meninggalkan Buper Lindu Gedhe dan tiba kembali di sekolah pada pukul 12.10 WIB dengan penuh cerita dan kenangan indah.
Perkemahan HW tahun ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh peserta. Selain belajar hidup mandiri, para siswa juga belajar menghargai alam, mempererat persahabatan, serta menumbuhkan semangat keislaman dalam kegiatan yang menyenangkan dan mendidik. Semoga kegiatan ini terus menjadi agenda rutin yang bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.