
Gantiwarno, 09 Oktober 2025 — Guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, SD Muhammadiyah Gantiwarno bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menyelenggarakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Sebanyak 359 siswa dan 30 guru pengajar ikut ambil bagian dalam kegiatan edukatif ini. Simulasi dimulai dengan skenario terjadinya gempa bumi secara tiba-tiba saat proses belajar-mengajar berlangsung. Sirene tanda bahaya dibunyikan, dan seluruh peserta langsung melakukan prosedur penyelamatan diri: “Drop, Cover, and Hold On” di bawah meja, kemudian dievakuasi secara tertib ke titik kumpul yang telah ditentukan.
Petugas BPBD memberikan pengarahan langsung tentang langkah-langkah yang benar saat terjadi gempa, termasuk cara menghindari bahaya reruntuhan, pentingnya tidak panik, serta mengenali jalur evakuasi di lingkungan sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah Gantiwarno, Bapak Muh Wahyunto, S.Pd, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membentuk karakter tangguh dan siap menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin seluruh siswa dan guru memiliki pengetahuan dasar yang benar tentang apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi. Simulasi ini adalah bagian dari upaya menciptakan sekolah yang aman bencana,” ujarnya.
Selain praktik evakuasi, kegiatan juga diisi dengan (PP) demonstrasi penggunaan alat bidai dan sesi tanya jawab interaktif antara siswa dan petugas BPBD.
Kegiatan berjalan lancar dan disambut antusias oleh siswa. Mereka terlihat serius namun tetap semangat mengikuti setiap instruksi. Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya gempa bumi, yang bisa terjadi kapan saja.
Semoga masuk di benak dan alam bawah sadar anak sehingga jika sewaktu-waktu ada gempa sudah reflek sembunyi di bawah meja dulu, setelah reda, baru keluar kelas dengan tertib.